Loading
WAJAH wanita bukanlah aurat, namun …. memakai CADAR/ niqab hukumnya SUNNAH (dianjurkan) dan ….menjadi WAJIB jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah. ———————————- “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-isti orang mukmin, ‘Hendaklah mereka, mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” (QS Al-Ahzab: 59). ———————————– Hukum Memakai Cadar Dalam Pandangan Ulama Madzhab 1. Madzhab Hanafi. Wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah. 2. Madzhab Maliki. Wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Bahkan sebagian ulama Maliki berpendapat seluruh tubuh wanita adalah aurat. 3. Madzhab Syafi’i. Aurat wanita di depan pria ajnabi (bukan mahram) adalah seluruh tubuh. Sehingga mereka mewajibkan wanita mengenakan cadar di depan lelaki ajnabi. Inilah pendapat mu’tamad madzhab Syafi’i. 4. Madzhab Hambali. * Imam Ahmad bin Hambal berkata: كل شيء منها أي من المرأة الحرة عورة حتى الظفر ” Setiap bagian tubuh wanita adalah aurat, termasuk pula kukunya “(Dinukil dalam Zaadul Masiir , 6/31). | EP Artikel-Edy Gojira

WAJAH wanita bukanlah aurat, namun .... memakai CADAR/ niqab hukumnya SUNNAH (dianjurkan) dan ....menjadi WAJIB jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah. ---------------------------------- "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-isti orang mukmin, 'Hendaklah mereka, mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " (QS Al-Ahzab: 59). ----------------------------------- Hukum Memakai Cadar Dalam Pandangan Ulama Madzhab 1. Madzhab Hanafi. Wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah. 2. Madzhab Maliki. Wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Bahkan sebagian ulama Maliki berpendapat seluruh tubuh wanita adalah aurat. 3. Madzhab Syafi'i. Aurat wanita di depan pria ajnabi (bukan mahram) adalah seluruh tubuh. Sehingga mereka mewajibkan wanita mengenakan cadar di depan lelaki ajnabi. Inilah pendapat mu'tamad madzhab Syafi'i. 4. Madzhab Hambali. * Imam Ahmad bin Hambal berkata: كل شيء منها أي من المرأة الحرة عورة حتى الظفر " Setiap bagian tubuh wanita adalah aurat, termasuk pula kukunya "(Dinukil dalam Zaadul Masiir , 6/31).

WAJAH wanita bukanlah aurat, namun .... memakai CADAR/ niqab hukumnya SUNNAH (dianjurkan) dan ....menjadi WAJIB jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah.
----------------------------------
"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-isti orang mukmin, 'Hendaklah mereka, mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " (QS Al-Ahzab: 59).
-----------------------------------
Hukum Memakai Cadar Dalam Pandangan Ulama Madzhab
1. Madzhab Hanafi. Wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah.
2. Madzhab Maliki. Wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Bahkan sebagian ulama Maliki berpendapat seluruh tubuh wanita adalah aurat.
3. Madzhab Syafi'i. Aurat wanita di depan pria ajnabi (bukan mahram) adalah seluruh tubuh. Sehingga mereka mewajibkan wanita mengenakan cadar di depan lelaki ajnabi. Inilah pendapat mu'tamad madzhab Syafi'i.
4. Madzhab Hambali. * Imam Ahmad bin Hambal berkata: كل شيء منها أي من المرأة الحرة عورة حتى الظفر " Setiap bagian tubuh wanita adalah aurat, termasuk pula kukunya "(Dinukil dalam Zaadul Masiir , 6/31).

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang [biasa] tampak darinya . Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita -wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak memiliki keinginan [terhadap wanita] atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.(Q.S. An-Nur : 31: ).

Views All Time
Views All Time
385
Views Today
Views Today
1
About Edy Gojira 722 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

2 Comments on WAJAH wanita bukanlah aurat, namun .... memakai CADAR/ niqab hukumnya SUNNAH (dianjurkan) dan ....menjadi WAJIB jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah. ---------------------------------- "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-isti orang mukmin, 'Hendaklah mereka, mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " (QS Al-Ahzab: 59). ----------------------------------- Hukum Memakai Cadar Dalam Pandangan Ulama Madzhab 1. Madzhab Hanafi. Wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah. 2. Madzhab Maliki. Wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Bahkan sebagian ulama Maliki berpendapat seluruh tubuh wanita adalah aurat. 3. Madzhab Syafi'i. Aurat wanita di depan pria ajnabi (bukan mahram) adalah seluruh tubuh. Sehingga mereka mewajibkan wanita mengenakan cadar di depan lelaki ajnabi. Inilah pendapat mu'tamad madzhab Syafi'i. 4. Madzhab Hambali. * Imam Ahmad bin Hambal berkata: كل شيء منها أي من المرأة الحرة عورة حتى الظفر " Setiap bagian tubuh wanita adalah aurat, termasuk pula kukunya "(Dinukil dalam Zaadul Masiir , 6/31).

  1. WAJAH wanita bukanlah aurat, namun .... memakai CADAR/ niqab hukumnya SUNNAH (dianjurkan) dan ....menjadi WAJIB jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah.
    ----------------------------------
    "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-isti orang mukmin, 'Hendaklah mereka, mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " (QS Al-Ahzab: 59).

  2. jilbab, yang memiliki makna:

    1. Kerudung besar yang menutupi semua anggota badan, sebagaimana penjelasan Imam Al-Qurthubi (Tafsir Al-Qurthubi 14/232).

    2. Pakaian yang menutupi semua anggota badan wanita, sebagaimana yang dituturkan oleh Ibnu Mas’ud, Ubaidah, Qotadah, Hasan Basri, Said bin Jubair, Ibrahim An-Nakhoi dan Atho’ al­Khurasani. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 6/424, Al­Muhalla 3/219).

    3. Selimut yang menutupi wajah wanita dan semua anggota badannya tatkala akan keluar, sebagaimana yang dituturkan Ibnu Sirin. (Lihat Tafsir Ad-Durul Mansur 6/657, Tafsir Al­Baidhowy 4/284, Tafsir An-Nasafi 3/453 581, Fathul Qadir 4/304, Ibnu Katsir 6/424 dan Tafsir Abu Su’ud 7/108).

    4. Pakaian yang menutup dari atas kepala sampai ke bawah, sebagaimana yang dituturkan oleh Ibnu Abbas. (Lihat Tafsri Al-Alusy 22/88).

    5. Selendang besar yang menutupi kerudung. Sebagaimana yang dituturkan oleh Ibnu Mas’ud dan para tabi’in. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 6/ 425).

    6. Pakaian sejenis kerudung besar yang menutupi semua badan, sebagaimana yang dituturkan oleh Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud.(Lihat Tafsir Ats­Tsa’labi 2/581).

    Dari keterangan di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa jilbab bukanlah kerudung yang digantungkan di leher, bukan pula kerudung tipis yang kelihatan rambutnya atau kerudung yang hanya menutup sebagian rambut belakangnya, bukan pula kerudung sebangsa kopyah yang kelihatan lehernya atau kerudung yang hanya menutup ujung kepala bagian atas seperti ibu suster dan wanita Nashraniatau kerudung yang kelihatan dadanya, dan bukan pula selendang kecil yang dikalungkan di pundak kanannya.

    HUKUM BERJILBAB

    Para ulama’ bersepakat bahwa jilbab hukumnya adalah wajib berdasarkan Al-Quran dan sunnah,

    A. Berdasarkan dalil-dalil dari al-Qur’an:

    1. Surat A1-Ahzab: 59.

    Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.

    2. Surat A1-Ahzab: 33.

    Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah lakuseperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.

    Perintah wanita agar menetap di rumah menunjukkan keharusan berjilbab tatkala keluar darinya.

    3. Surat An-Nur: 31

    Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.

    Apabila menampakkan perhiasan saja dilarang bagi wanita, lantas bagaimana lagi kalau bersolek dan menampakkan keindahan tubuh mereka?!!

Leave a Reply