Loading
ayat-ayat KAUNIYAH Allah….. Galaksi (al-Buruj).. gugusan/kumpulan BINTANG-BINTANG ………………………………………… ﴾ Al Buruuj:1 ﴿ Demi langit yang mempunyai gugusan bintang {BURUJ/ٱلْبُرُوجِ} , وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلْبُرُوجِ ﴿البروج:١﴾ ﴾ Al Hijr:16 ﴿ Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (BURUJ/بُرُوجًا) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya), وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَزَيَّنّٰهَا لِلنّٰظِرِينَ ﴿الحجر:١٦﴾ ﴾ Al Furqaan:61 ﴿ Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang {BURUJ/ بُرُوجًا} dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. تَبَارَكَ ٱلَّذِى جَعَلَ فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرٰجًا وَقَمَرًا مُّنِيرًا ﴿الفرقان:٦١﴾ | EP Artikel-Edy Gojira

ayat-ayat KAUNIYAH Allah….. Galaksi (al-Buruj).. gugusan/kumpulan BINTANG-BINTANG ………………………………………… ﴾ Al Buruuj:1 ﴿ Demi langit yang mempunyai gugusan bintang {BURUJ/ٱلْبُرُوجِ} , وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلْبُرُوجِ ﴿البروج:١﴾ ﴾ Al Hijr:16 ﴿ Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (BURUJ/بُرُوجًا) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya), وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَزَيَّنّٰهَا لِلنّٰظِرِينَ ﴿الحجر:١٦﴾ ﴾ Al Furqaan:61 ﴿ Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang {BURUJ/ بُرُوجًا} dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. تَبَارَكَ ٱلَّذِى جَعَلَ فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرٰجًا وَقَمَرًا مُّنِيرًا ﴿الفرقان:٦١﴾

ayat-ayat KAUNIYAH Allah….. Galaksi (al-Buruj).. gugusan/kumpulan BINTANG-BINTANG
……………………..………………….
﴾ Al Buruuj:1 ﴿
Demi langit yang mempunyai gugusan bintang {BURUJ/ٱلْبُرُوجِ} ,
وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلْبُرُوجِ ﴿البروج:١﴾
﴾ Al Hijr:16 ﴿
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (BURUJ/بُرُوجًا) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya),
وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَزَيَّنّٰهَا لِلنّٰظِرِينَ ﴿الحجر:١٦﴾
﴾ Al Furqaan:61 ﴿
Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang {BURUJ/ بُرُوجًا} dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.
تَبَارَكَ ٱلَّذِى جَعَلَ فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرٰجًا وَقَمَرًا مُّنِيرًا ﴿الفرقان:٦١﴾

Galaksi atau yang dalam terminologi al-Qur’an disebut al-buruj,merupakan suatu sistem dari himpunan besar yang terdiri dari bintang-bintang yang jumlahnya jutaan, bahkan milyaran. Hornby mendefinisikan galaksi sebagai beberapa kelompok besar gugusan bintang-bintang di angkasa luar yang menghimpun tata surya kita.

Galaksi yang menghimpun tata surya ini biasanya disebut dengan galaksi bima sakti atau milki way. Galaksi ini bisa dilihat di malam hari yang cerah seperti embun tipis membentang dari arah timur laut ke arah barat daya. Apabila dilihat dengan teleskop ternyata bukanlah embun, tetapi berupa butir-butir bintang yang jumlahnya lebih dari seratus milyar, di mana matahari ini termasuk salah satu bagian dari butir-butir bintang tersebut. Sehubungan dengan hal ini Musthafa Ks menulis sebagai berikut:

Sampai kira-kira setengah abad yang lalu para astronom masih beranggapan bahwa tidak ada lagi kelompok-kelompok bintang di luar galaksi bima sakti, tetapi setelah ada teropong yang lebih besar lagi, telah diketahui pula beberapa galaksi lagi yang di dalamnya berisi bermilyar-milyar bintang, kemudian diketahui sekitar 30 juta galaksi dan seterusnya diketemukan sekitar 100 juta galaksi, akhirnya dengan teropong teleskop terbesar di dunia Mount Palamor diketahui galaksi di alam semesta ini tak terhingga jumlahnya.

Menurut pengamatan yang dilakukan oleh Dr. Edwin P. Hubble, seorang sarjana di Observatorium Mount Wilson, California, Amerika Serikat pada tahun 1925 dapat dibuktikan bahwa galaksi-galaksi yang tampak dari bumi itu selain berotasi juga saling berjatuhan dan menjahui bumi, sehingga dapat dikatakan bahwa ruang alam kita ini bersama-sama dengan galaksi-galaksi itu berekspansi. Jadi, alam ini mengembang dengan ekspansinya galaksi-galaksi itu. Teori ini kemudian dikenal dengan “The Expanding Universe”.

Menurut teori ini bahwa alam semesta bersifat seperti balon atau gelembung karet yang sedang ditiup ke segala arah.
Ternyata, sebelum Hubble menemukan teorinya, bahwa alam ini mengembang, dalam al-Qur’an telah dijelaskan bahwa Allah swt. meluaskan langit dengan berekspansinya galaksi-galaksi itu. Pernyataan bahwa alam semesta itu berekspansi dapat ditemukan dalam QS. al-Dzariyat/51: 48. Prof. Dr. Ahmad Baiquni, salah seorang pakar astronomi asal Indonesia, menerjemahkan ayat tersebut sebagai berikut:

Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan (atau kekuatan) Kami dan sesungguhnya Kamilah yang meluaskan-nya. (QS. al-Dzariyat/51: 48)

Ayat ini secara jelas menunjukkan adanya korelasi antara konsepsi al-Qur’an dengan teori Edwin Hubble tersebut di atas. Menurutnya, bahwa benda-benda alam semesta ini terus berkembang meluas sehingga galaksi-galaksi itu saling menjauh dari yang satu dengan yang lainnya. Semua itu menurut perintah Allah yang menciptakannya dan terus demikian sampai pada waktu yang telah ditentukan.

Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahaminya (QS. al-Nahl/16: 12)

Views All Time
Views All Time
342
Views Today
Views Today
1
About Edy Gojira 722 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

3 Comments on ayat-ayat KAUNIYAH Allah….. Galaksi (al-Buruj).. gugusan/kumpulan BINTANG-BINTANG ………………………………………… ﴾ Al Buruuj:1 ﴿ Demi langit yang mempunyai gugusan bintang {BURUJ/ٱلْبُرُوجِ} , وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلْبُرُوجِ ﴿البروج:١﴾ ﴾ Al Hijr:16 ﴿ Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (BURUJ/بُرُوجًا) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya), وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَزَيَّنّٰهَا لِلنّٰظِرِينَ ﴿الحجر:١٦﴾ ﴾ Al Furqaan:61 ﴿ Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang {BURUJ/ بُرُوجًا} dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. تَبَارَكَ ٱلَّذِى جَعَلَ فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرٰجًا وَقَمَرًا مُّنِيرًا ﴿الفرقان:٦١﴾

  1. Seperti galaksi-galaksi pada umumnya di jagad raya, di pusat galaksi Bima Sakti terdapat lubang hitam supermasif. Dan sekarang, para astronom telah menemukan sebuah awan gas yang mengorbit di sekitar lubang hitam kami, yang disebut Sagitarius A. Objek tersebut juga disebut objek G1.

    Pada tahun 2011, peneliti dari Max Planck Institute for Extraterrestrial Physics (MPIEP) mendeteksi awan gas yang mereka sebut G2, tetapi tidak semua orang setuju bahwa benda itu awan gas. Ada yang bilang G2 adalah bintang yang dikelilingi oleh lapisan debu dan gas.

    Dalam studi baru ini, tim yang dipimpin oleh Oliver Pfuhl dan Stefan Gillessen dari MPIEP melacak gangguan objek yang sedang berlangsung dari medan gravitasi lubang hitam dengan menggunakan pengamatan inframerah yang mendalam lewat Very Large Telescope (VLT).

    Pusat Galaksi adalah titik rotasi dari galaksi Bima Sakti. Letaknya adalah sekitar 8.33±0.35 kiloparsek (~27.000 tahun cahaya) dari Bumi, di arah rasi Sagitarius, Ophiuchus dan Scorpius di mana Galaksi Bima Sakti terlihat lebih cemerlang.

    Karena debu antar bintang yang menutupi jarak pandang, pusat galaksi tidak bisa dipelajari lewat spektrum warna, sinar ultra ungu, maupun sinar X. Informasi yang bisa didapat tentang pusat galaksi hanya melalui observasi pada sinar gamma, Sinar-X keras (hard X-ray), infra merah, sub-milimeter dan gelombang radio.

    Koordinat pusat galaksi pertama kalinya ditemukan oleh Harlow Shapley pada tahun 1918 di dalam tulisannya mengenai distribusi ‘globular cluster’. Di dalam persamaan sistem ekuator angka ini adalah: RA 17h45m40.04s, Dec -29° 00′ 28.1″ (J2000 epoch).

    Tahukah Anda?
    Matahari bukanlah pusat dari galaksi Bima Sakti. Matahari hanya pusat dari tata surya kita. Di Galaksi Bima Sakti, ada lebih dari 500 miliar bintang mirip Matahari.

  2. termodinamika lubang hitam, stephen hawking

    lubang hitam (black hole) adalah suatu tempat di alam semesta yang memiliki kerapatan massa yang amat tinggi, tingkat gravitasinya amat kuat, cahaya sekalipun tak mampu keluar dari gravitasinya. keberadaannya di alam semesta didukung dengan hasil-hasil pengamatan benda-benda angkasa. dan menurut para ilmuwan, pusat galaksi bima sakti ini adalah lubang hitam yang amat besar.

    lubang hitam menghisap benda-benda yang ada disekitarnya dengan gravitasi yang tinggi sekali, menekan dan memampatkannya ke dalam inti. semakin banyak benda yang terhisap ke dalamnya, luas permukaannya semakin besar. rumus ini, mengisyaratkan bahwa lubang hitam itu tidak hitam sama sekali, melainkan memacarkan radiasi yang besarnya sebanding dengan luas permukaan lubang hitam tersebut.

  3. GUGUSAN GALAKSI disebut KLUSTER

    contoh Phoenix cluster

    Gugus besar galaksi ini salah satu struktur terbesar di alam semesta dan diperkirakan terdiri dari ribuan galaksi serta masih banyak bal baru yang harus dipelajari mengenai apa yang ada di dalamnya.

    Para peneliti di Amerika Serikat mengumumkan pada Rabu (15/8/2012) bahwa mereka telah menemukan gugus galaksi masif, salah satu struktur terbesar di alam semesta, yang berjarak 5,7 juta tahun cahaya dari Bumi dan memiliki rekor-rekor kosmik baru yang penting.

    Pusat Astrofisika Harvard, Smithsonian menyatakan dalam siaran pers bahwa pengamatan terhadap gugus tersebut, yang menunjukan adanya tingkat pembentukan bintang yang tinggi, dapat mendorong para astronom berpikir ulang mengenai bagaimana struktur-struktur kolosal dan galaksi yang mendiaminya berevolusi seiring waktu.

    Dengan nama resmi SPT-CLJ2344-4243, gugusan galaksi tersebut juga diberi nama “Phoenix” yang diambil dari burung mitologi yang bangkit dari kematian.

    Hal itu sebagian terkait dari konstelasi di mana ia berada. Namun menurut Michael McDonald, anggota program Hubble di Massachusetts Institute of Technology, Phoenix juga melambangkan daya pikir hebat mengenai keajaiban astronomi terbaru.

    “Sementara galaksi-galaksi di pusat sebagian besar gugus telah tidak aktif selama miliaran tahun, galaksi utama di gugus ini masih hidup dengan ledakan pembentukan bintang,” ujar McDonald, penulis utama makalan tentang Phoenix, yang muncul di jurnal Nature edisi 16 Agustus.

    Berdasarkan pengamatan Observatorium Sinar-X Chandra di NASA, Teleskop Kutub Selatan milik Yayasan Sains Nasional di AS dan delapan observatorium lainnya, para peneliti mengatakan bahwa pusat gugus Phoenix terkait dengan pembentukan sekitar 740 massa matahari atau bintang per tahun.

    Secara perbandingan, tingkat pembentukan bintang di gugus Perseus 20 kali lebih lambat daripada Phoenix.

    “Kecepatannya sangat luar biasa,” ujar Marie Machacek, ahli astrofisika dari Observatorium Astrofisika Smithsonia. Ia mengatakan bahwa gugus besar seperti Phoenix diperkirakan terdiri dari ribuan galaksi dan masih banyak yang harus dipelajari mengenai apa yang ada di dalamnya.

    Lubang hitam yang sangat masif di galaksi utama dari sebuah gugus sejak lama diasosiasikan dengan tingkat pembentukan bintang yang lambat, karena memompakan energi ke sistem dan mencegah pendinginan gas yang diperlukan dalam pembentukan bintang.

    Namun para ilmuwan mengatakan bahwa ledakan bintang masif tampak di Phoenix, saat ia melahirkan dua bintang per hari, yang disimpulkan sebagai kegagalan lubang hitam dalam menghalangi aliran pendinginan yang sangat kuat.

    “Bintang dibentuk di gugus Phoenix dengan kecepatan tertinggi yang pernah diamati di gugus galaksi,” ujar Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian dalam pernyataan kepada pers.

    https://www.facebook.com/photo.php?fbid=162130927477851&set=p.162130927477851&type=3&hc_location=ufi

    “Obyek ini juga merupakan produsen sinar-X yang paling kuat dan paling masif di antara gugus galaksi lain. Data yang kami peroleh juga menunjukkan bahwa tingkat pendinginan gas panas di wilayah sentral pada gugus adalah yang tertinggi yang pernah diamati.” (NASA/RussiaToday/Reuters/VOAIndonesia/ icc.wp.com)

Leave a Reply