Loading
nabi panglima perang …. dan di garis depan …. menyerbu musuh dengan pedang dan tombaknya …= sunnah rasul (contoh dari nabi) … sehingga seluruh SAHABAT nabi mengikuti SUNNAH Rasul SAW >>>> RASUL = memberi SUNNAH Nabi /contoh/teladan … >>> apakah NABI menyuruh shalat …. tapi Nabi malah TIDAK SHALAT? nabi menyuruh BERPERANG … tapi Nabi TAKUT berperang?? IMPOSSIBLE … yang pertama melaksanakan perintah Allah/ TAKWA = NABI sendiri ———————————————————————– IMPOSSIBLE .. nabi MUNAFIK …. Nabi FASIK ? hanya tahu aturan dan perintah Allah … TAPI … tidak melaksanakannya???? ——————————————————————– Rasulullah SAW bersabda: “Aku menginginkan berperang di jalan Allah, lalu aku terbunuh, dihidupkan lagi dan mati lagi, lalu dihidupkan lagi”. (HR. Bukhari) | EP Artikel-Edy Gojira

nabi panglima perang …. dan di garis depan …. menyerbu musuh dengan pedang dan tombaknya …= sunnah rasul (contoh dari nabi) … sehingga seluruh SAHABAT nabi mengikuti SUNNAH Rasul SAW >>>> RASUL = memberi SUNNAH Nabi /contoh/teladan … >>> apakah NABI menyuruh shalat …. tapi Nabi malah TIDAK SHALAT? nabi menyuruh BERPERANG … tapi Nabi TAKUT berperang?? IMPOSSIBLE … yang pertama melaksanakan perintah Allah/ TAKWA = NABI sendiri ———————————————————————– IMPOSSIBLE .. nabi MUNAFIK …. Nabi FASIK ? hanya tahu aturan dan perintah Allah … TAPI … tidak melaksanakannya???? ——————————————————————– Rasulullah SAW bersabda: “Aku menginginkan berperang di jalan Allah, lalu aku terbunuh, dihidupkan lagi dan mati lagi, lalu dihidupkan lagi”. (HR. Bukhari)

nabi panglima perang …. dan di garis depan …. menyerbu musuh dengan pedang dan tombaknya …= sunnah rasul (contoh dari nabi) … sehingga seluruh SAHABAT nabi mengikuti SUNNAH Rasul SAW

>>>> RASUL = memberi SUNNAH Nabi /contoh/teladan …

>>> apakah NABI menyuruh shalat …. tapi Nabi malah TIDAK SHALAT?
nabi menyuruh BERPERANG … tapi Nabi TAKUT berperang?? IMPOSSIBLE … yang pertama melaksanakan perintah Allah/ TAKWA = NABI sendiri
————————–————————–——————-
IMPOSSIBLE .. nabi MUNAFIK …. Nabi FASIK ? hanya tahu aturan dan perintah Allah … TAPI … tidak melaksanakannya????
————————–————————–—————-
Rasulullah SAW bersabda: “Aku menginginkan berperang di jalan Allah, lalu aku terbunuh, dihidupkan lagi dan mati lagi, lalu dihidupkan lagi”. (HR. Bukhari)

Diriwayatkan oleh al-Hakim dari Sa’id bin al-Musayyab yang bersumber dari bapaknya. Isnad hadits ini shahih, hanya saja gharib. Bahwa pada waktu peperangan Uhud, Ubay bin Khalaf bermaksud menyerang Nabi saw. –dan dibiarkan oleh kawan-kawannya yang pada waktu itu menyongsong pasukan Rasulullah- akan tetapi dihadang oleh Mush’ab bin ‘Umair. Rasulullah saw. melihat bagian dada Ubay yang terbuka antara baju dan topinya, lalu DITIKAM oleh Rasulullah saw dengan TOMBAK-nya. Ubay jatuh rebah dari kudanya serta salah satu tulang rusuknya patah, akan tetapi tiada mengeluarkan darah. Teman-teman Ubay datang mengerumuninya saat ia meraung-raung kesakitan. Mereka berkata: “Alangkah pengecutnya engkau, bukankah itu hanya goresan sedikit saja?” Ubay mengatakan bahwa Rasulullah telah menikamnya, seraya mengingatkan sabda Rasulullah yang bersumpah: “Seandainya yang terkena kepada Ubay itu terkena pula pada sekampung Dzilmajaz (nama suatu daerah), pasti mereka akan mati semuanya.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Abdurrahman bin Jubair. Hadits ini mursal, sanadnya jayyid (baik), akan tetapi gharib. Bahwa pada peperangan Khaibar, Rasulullah saw. MEMINTA PANAH, dan MEMANAHKAN-nya ke benteng. Anak panah tersebut mengenai Ibnu Abil Haqiq hingga iapun terbunuh di tempat tidurnya. Allah menurunkan ayat ini (al-Anfaal: 17) berkenaan dengan peristiwa tersebut, sebagai penegasan bahwa yang melempar panah itu adalah Allah swt.

Rasulullah SAW bersabda: “Puncak persoalan adalah Islam. Barangsiapa pasrah diri (masuk Islam) maka dia selamat. Tiangnya Islam adalah sholat dan atapnya adalah jihad (perjuangan). Yang dapat mencapainya hanya orang yang paling utama di antara mereka.” (HR. Ath-Thabrani)

Rasulullah SAW bersabda: “Berjihadlah melawan kaum musyrikin dengan harta, jiwa dan lidahmu”. (HR. An-Nasaa’i)

﴾ Al Baqarah:190 ﴿
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
وَقٰتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّـهِ ٱلَّذِينَ يُقٰتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّـهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ ﴿البقرة:١٩۰﴾
﴾ Al Baqarah:193 ﴿
Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.
وَقٰتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ لِلَّـهِ ۖ فَإِنِ ٱنتَهَوْا۟ فَلَا عُدْوٰنَ إِلَّا عَلَى ٱلظّٰلِمِينَ ﴿البقرة:١٩٣﴾
﴾ An Nisaa:76 ﴿
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُقٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّـهِ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُقٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱلطّٰغُوتِ فَقٰتِلُوٓا۟ أَوْلِيَآءَ ٱلشَّيْطٰنِ ۖ إِنَّ كَيْدَ ٱلشَّيْطٰنِ كَانَ ضَعِيفًا ﴿النساء:٧٦﴾
﴾ Al Anfaal:39 ﴿
Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
وَقٰتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ كُلُّهُۥ لِلَّـهِ ۚ فَإِنِ ٱنتَهَوْا۟ فَإِنَّ ٱللَّـهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ ﴿الأنفال:٣٩﴾
﴾ At Taubah:12 ﴿
Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti.
وَإِن نَّكَثُوٓا۟ أَيْمٰنَهُم مِّنۢ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا۟ فِى دِينِكُمْ فَقٰتِلُوٓا۟ أَئِمَّةَ ٱلْكُفْرِ ۙ إِنَّهُمْ لَآ أَيْمٰنَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنتَهُونَ ﴿التوبة:١٢﴾

About Edy Gojira 722 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

5 Comments on nabi panglima perang …. dan di garis depan …. menyerbu musuh dengan pedang dan tombaknya …= sunnah rasul (contoh dari nabi) … sehingga seluruh SAHABAT nabi mengikuti SUNNAH Rasul SAW >>>> RASUL = memberi SUNNAH Nabi /contoh/teladan … >>> apakah NABI menyuruh shalat …. tapi Nabi malah TIDAK SHALAT? nabi menyuruh BERPERANG … tapi Nabi TAKUT berperang?? IMPOSSIBLE … yang pertama melaksanakan perintah Allah/ TAKWA = NABI sendiri ———————————————————————– IMPOSSIBLE .. nabi MUNAFIK …. Nabi FASIK ? hanya tahu aturan dan perintah Allah … TAPI … tidak melaksanakannya???? ——————————————————————– Rasulullah SAW bersabda: “Aku menginginkan berperang di jalan Allah, lalu aku terbunuh, dihidupkan lagi dan mati lagi, lalu dihidupkan lagi”. (HR. Bukhari)

  1. apakah NABI menyuruh shalat …. tapi Nabi malah TIDAK SHALAT?
    nabi menyuruh BERPERANG … tapi Nabi TAKUT berperang?? IMPOSSIBLE … yang pertama melaksanakan perintah Allah/ TAKWA = NABI sendiri

    Rasulullah SAW bersabda: “Aku menginginkan berperang di jalan Allah, lalu aku terbunuh, dihidupkan lagi dan mati lagi, lalu dihidupkan lagi”. (HR. Bukhari)

  2. IMPOSSIBLE .. nabi MUNAFIK …. Nabi FASIK ? hanya tahu aturan dan perintah Allah … TAPI … tidak melaksanakannya????

    Diriwayatkan oleh al-Hakim dari Sa’id bin al-Musayyab yang bersumber dari bapaknya. Isnad hadits ini shahih, hanya saja gharib. Bahwa pada waktu peperangan Uhud, Ubay bin Khalaf bermaksud menyerang Nabi saw. –dan dibiarkan oleh kawan-kawannya yang pada waktu itu menyongsong pasukan Rasulullah- akan tetapi dihadang oleh Mush’ab bin ‘Umair. Rasulullah saw. melihat bagian dada Ubay yang terbuka antara baju dan topinya, lalu DITIKAM oleh Rasulullah saw dengan TOMBAK-nya. Ubay jatuh rebah dari kudanya serta salah satu tulang rusuknya patah, akan tetapi tiada mengeluarkan darah. Teman-teman Ubay datang mengerumuninya saat ia meraung-raung kesakitan. Mereka berkata: “Alangkah pengecutnya engkau, bukankah itu hanya goresan sedikit saja?” Ubay mengatakan bahwa Rasulullah telah menikamnya, seraya mengingatkan sabda Rasulullah yang bersumpah: “Seandainya yang terkena kepada Ubay itu terkena pula pada sekampung Dzilmajaz (nama suatu daerah), pasti mereka akan mati semuanya.”

  3. nabi panglima perang …. dan di garis depan …. menyerbu musuh dengan pedang dan tombaknya …= sunnah rasul (contoh dari nabi) … sehingga seluruh SAHABAT nabi mengikuti SUNNAH Rasul SAW

    RASUL = memberi SUNNAH Nabi /contoh/teladan …

    Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Abdurrahman bin Jubair. Hadits ini mursal, sanadnya jayyid (baik), akan tetapi gharib. Bahwa pada peperangan Khaibar, Rasulullah saw. MEMINTA PANAH, dan MEMANAHKAN-nya ke benteng. Anak panah tersebut mengenai Ibnu Abil Haqiq hingga iapun terbunuh di tempat tidurnya. Allah menurunkan ayat ini (al-Anfaal: 17) berkenaan dengan peristiwa tersebut, sebagai penegasan bahwa yang melempar panah itu adalah Allah swt.

    Rasulullah SAW bersabda: “Puncak persoalan adalah Islam. Barangsiapa pasrah diri (masuk Islam) maka dia selamat. Tiangnya Islam adalah sholat dan atapnya adalah jihad (perjuangan). Yang dapat mencapainya hanya orang yang paling utama di antara mereka.” (HR. Ath-Thabrani)

  4. Nafi’ berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah menyerang banu Mushtholiq ketika mereka sedang lengah. BELIAU MEMBUNUH ORANG yang ikut berperang dan menawan anak buah mereka. Abdullah Ibnu Umar menceritakan hal itu kepadaku. Muttafaq Alaihi. Di dalamnya disebutkan: Pada saat itu beliau mendapatkan Juwairiyah.

  5. Diriwayatkan oleh al-Hakim dari Sa’id bin al-Musayyab yang bersumber dari bapaknya. Isnad hadits ini shahih, hanya saja gharib. Bahwa pada waktu peperangan Uhud, Ubay bin Khalaf bermaksud menyerang Nabi saw. –dan dibiarkan oleh kawan-kawannya yang pada waktu itu menyongsong pasukan Rasulullah- akan tetapi dihadang oleh Mush’ab bin ‘Umair. Rasulullah saw. melihat bagian dada Ubay yang terbuka antara baju dan topinya, lalu DITIKAM oleh Rasulullah saw dengan TOMBAK-nya. Ubay jatuh rebah dari kudanya serta salah satu tulang rusuknya patah, akan tetapi tiada mengeluarkan darah. Teman-teman Ubay datang mengerumuninya saat ia meraung-raung kesakitan. Mereka berkata: “Alangkah pengecutnya engkau, bukankah itu hanya goresan sedikit saja?” Ubay mengatakan bahwa Rasulullah telah menikamnya, seraya mengingatkan sabda Rasulullah yang bersumpah: “Seandainya yang terkena kepada Ubay itu terkena pula pada sekampung Dzilmajaz (nama suatu daerah), pasti mereka akan mati semuanya.”

Leave a Reply