Loading
Nabi Muhammad ketika melihat … SURGA dan NERAKA | EP Artikel-Edy Gojira

Nabi Muhammad ketika melihat ... SURGA dan NERAKA

nabi Muhammad ketika melihat ... SURGA dan NERAKA
---------------------------------------------------------------
Rasulullah shalallahualaihi wassalam pernah melihat Sidratul Muntaha (tempat yang paling tinggi di atas langit ke-7, yang telah dikunjungi Rasulullah ketika Mi’raj), dan di dekatnya terdapat surga, sebagaimana disebutkan oleh Bukhari dan Muslim dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas. Rasulullah shalallahualaihi wassalam, dalam akhir cerita beliau tentang Isra’ Mi’raj, bersabda, “Jibril mengantar aku ke Sidratul Muntaha, yang diliputi oleh warna-warna yang sulit dilukiskan keindahannya. Kemudian aku masuk ke dalam surga, yang cahayanya seperti cahaya mutiara dan tanahnya seperti kesturi.”

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim lainnya, yang diriwayatkan oleh ‘Abdullah ibnUmar, Nabi Muhammad shalallahualaihi wassalam bersabda, “Apabila salah seorang dari kamu meninggal, maka pada pagi dan sore hari akan diperlihatkan kepadanya dimana tempatnya. Jika dia berhak masuk surga, dia akan menjadi penghuni surga; jika dia harus masuk neraka, dia akan menjadi penghuni neraka, dan kepadanya dikatakan, ‘Disinilah tempatmu, sampai Allah subhanahu wa ta’ala membangkitkan kamu pada hari kiamat.”

Menurut sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-BaraibnAzib, Raslullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Dari langit akan terdengar sebuah suara memanggil, ‘Hamba-Ku telah berkata benar. Karenanya, siapkanlah untuknya sebuah tempat di surga, dan bukalah sebuah pintu surga untuknya!’ Kemudian ia akan mencium bau surga yang harum itu.” Sebuah hadits dengan maksud yang sama juga diriwayatkan oleh Anas.

Muslim meriwayatkan sebuah hadits yang berasal dariAisyah bahwa telah terjadi sebuah gerhana matahari pada zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. ‘Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alahi wassalam bersabda,

Ketika aku berdiri disini, aku melihat semua yang telah dijanjikan kepadamu. Aku bahkan melihat diriku sendiri memetik beberapa buah di surga, ketika engkau melihat aku melangkah ke depan. Dan aku melihat api neraka, beberapa bagiannya memakan bagian-bagian yang lain, ketika engkau melihat aku melangkah ke belakang.”

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari ‘Abdullah ibnAbbas:

Terjadi gerhana matahari di zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Para Sahabat berkata, “Ya Rasulullah, kami melihat engkau memetik sesuatu,kemudian kam melihat engkau berbalik.” Rasulullah berkata, “Aku melihat surga, dan aku mencoba memetik setangkai buahya. Seandainya aku berhasil memetiknya, kalian pasti akan (dapat) memakannya hingga akhir zaman. Dan aku melihat api neraka. Aku tidak pernah melihat sesuatu yang begitu mengerikan dan menakutkan. Aku lihat sebagian besar penduduknya adalah wanita.” Mereka berkata lagi, “Mengapa begitu ya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam?” Rasulullah berkata, “Karena mereka tidak bersyukur (kufur).” Rasulullah ditanya lagi, “Apakah mereka tidak bersyukur (tidak beriman) kepada Allah subhanahu wa ta’ala?” Rasulullah berkata, “Mereka tidak tahu bersyukur (berterima kasih) atas persahabatan dan perlakuan yang baik; seandainya kamu memperlakukan salah seorang dari mereka dengan baik selama hidup, kemudian ia melihat satu kesalahan di pihakmu, maka ia akan berkata, ‘Saya tidak pernah melihat sesuatu yang baik pada kamu!’”

Muslim meriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya kamu melihat apa yang aku lihat, pasti kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” Para Sahabat berkata, “Apa yang engkau liha, wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam?” Rasulullah menjawab, “Aku melihat surga dan neraka.”

Menurut al-Muwaththa’ (Imam Malik) dan as-Sunan (Abu Daud), Ka’ab ibn Malik berkata bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Sesungguhnya ruh seorang mukmin itu ibarat seekor burung yang bergantung di pohon-pohon surga, sampai Allah subhanahu wa ta’ala mengembalikannya ke tubuhnya pada hari kiamat nanti.” [3]

Muslim, Abu Daud, dan Imam Ahmad meriwayatkandari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Ketika Alah subhanahu wa ta’ala menciptakan surga dan neraka, Dia mengutus Jibril ke surga seraya berkata, “Pergilah ke surga dan lihatlah apa yang telah Kami persiapkan di dalamnya untuk para penghuninya.” Pergilah Jibril ke surga dan melihat apa yang telah dipersiapkan Allah subhanahu wa ta’ala di dalamnya untuk para penduduknya. Kemudian Jibril kembali dan berkata, “Maha Besar Engkau! Tidak ada seorang pun yang mendengar tentang suga dan tidak memasukinya.” Allah lalu memerintahkan agar surga dikelilingi dengan segala macam kesukaran, kemudian ia berkata (kepada Jibril), “Kembalilah ke surga dan lihatlah apa yang telah Kami persiapkan di dalamnya untuk para penghuninya.” Kembalilah Jibril ke surga dan melihat bahwa surga telah dikelilingi oleh berbagai bentuk kesukaran. Kemudian Jibril kembali dan berkata, “Mahabesar Engkau! Aku khawatir tidak seorang pun akan memasukinya.”

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mengirim Jibril ke neraka, “Pergilah ke neraka dan lihatlah apa yang telah Kami persiapkan untuk penghuninya.” Pergilah Jibril ke neraka. Dia melihat bahwa neraka itu berlapis-lapis. Dia kembali dan berkata, “Maha Besar Engkau! Tidak ada seorang pun yang mendengar tentangnya yang akan memasukinya.” Allah lalu memerintahkan agar neraka dikelilingi dengan nafsu-nafsu, kemudian berkata (kepada Jibril), “Pergilah dan lihatlah apa yang Kami persiakan di dalamnya untuk para penghuninya.” Pergilah Jibril untuk melihatnya lagi, lalu dia kembali dan berkata, “Maha Besar Engkau! Aku khawatir tidak akan ada orang yang lolos dari api neraka.”

Bukhari menyediakan sebuah bab khusus dalam Shahih-nya mengenai “hadits-hadits tentang deskripsi surga dan tentang telah diciptakannya surga”, dimana dia mengutip banya hadits yang menunjukkan bahwa surga telah diciptakan. Di antaranya adalah hadits yang menyatakan bahwa pada saat mayt dimasukkan ke dalam kubur, Allah subhanahu wa ta’ala memperlihatkan kepada mayat itu tempatnya di surga atau di neraka. Ada lagi hadits bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam melihat tempat milikUmar ibn Khaththab di surga, dan sebagainya. Benarlah apa yang dikatakan Ibn Hajr, “Bahkan lebih tegas lagi daripada hadits yang disebutkan Bukhari dan hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dengan sanad yang kuat dari Abu Hurairah, bahwa Rasululla shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Ketika Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan surga, Dia berkata kepada Jibril, ‘Pergi dan lihatlah surga itu.’”

Tirmidzi meriwayatkan dalam Jami’-nya bahwa ibn Mas’ud berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Aku bertemu dengan Ibrahim pada malam Isra’, dan dia berkata kepadaku, ‘Wahai Muhammad, sampaikan salamku kepada umatmu, dan katakan kepada mereka bahwa surga itu tanahnya adalah kebajikan dan airnya manisan, dan bahwa surga itu adalah dataran yang kosong dan tumbuh-tumbuhannya terdiri atas Subhanallah, Alhamdulillah, La Ilaha Illallah, dan Allahu Akbar.’” [4] Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan-gharib. Ia juga meriwayatkan dari Abu az-Zubair, dari Jabir, dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Siapa yang mengatakansubhanallah wa bi hamdih’, maka akan ditanamkan sebuah pohon kurma di surga untuknya.” Menurut Tirmidzi, hadits ini hasan-sahih.

Views All Time
Views All Time
491
Views Today
Views Today
3
About Edy Gojira 721 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

Be the first to comment

Leave a Reply