Loading
HARTA = FITNAH ….. UJIAN KAYA= banyak HARTA = PENYEBAB BANYAK MUSLIM ….. diLEMPAR ke NERAKA >> ……………….jangan ditanyakan takdir/nasib orang KAFIR/ MUSYRIK …. langsung di seret dan dilempar ke NERAKA………………… | EP Artikel-Edy Gojira

HARTA = FITNAH ..... UJIAN KAYA= banyak HARTA = PENYEBAB BANYAK MUSLIM ..... diLEMPAR ke NERAKA <<<< Penduduk Surga Kebanyakan Orang Miskin >>>>> ……………….jangan ditanyakan takdir/nasib orang KAFIR/ MUSYRIK …. langsung di seret dan dilempar ke NERAKA…………………

HARTA = FITNAH ..... UJIAN KAYA= banyak HARTA = PENYEBAB BANYAK MUSLIM ..... diLEMPAR ke NERAKA

<<<< Penduduk Surga Kebanyakan Orang Miskin >>>>>
……………….jangan ditanyakan takdir/nasib orang KAFIR/ MUSYRIK …. langsung di seret dan dilempar ke NERAKA…………………

Harta merupakan salah satu bentuk fitnah, yaitu ujian dan godaan yang sangat dikhawatirkan bisa menjerumuskan orang-orang beriman ke dalam kemaksiatan dan hal yang haram. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang shahih,

عَنْ كَعْبِ بْنِ عِيَاضٍ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ” إِنَّ لكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً، وَإِنَّ فِتْنَةَ أُمَّتِي الْمَالُ “

Dari Ka’ab bin Iyadh radhiyallahuanhu berkata: Saya telah mendengar Rasulullah shallallahualaihi wa salam bersabda: “Setiap umat memiliki godaan yang menjerumuskan tersendiri dan godaan yang menjerumuskan umatku adalah godaan harta kekayaan.” (HR. Tirmidzi no. 2336, An-Nasai dalam AS-Sunan Al-Kubra no. 11795, Ahmad no. 17471, Al-Hakim no. 7896 dan Ibnu Hibban no. 3223. Hadits shahih)

Rasulullah saw melihat bahwa di SURGA itu kebanyakan orang orang MISKIN, sedangkan dalam neraka kebanyakan wanita. HR Muslim-Bukhary.

Rasulullah berdoa kepada Allah swt,” Yaa Allah jadikanlah aku seorang miskin dan matikanlah aku dalam kemiskinan”HR Muslim.

“Orang – orang miskin akan masuk surga 500 tahun lebih dahulu daripada orang – orang kaya” (HR. Tirmidzi, dia berkata, “Hadits shahih”, dari Abu Hurarah}

Dari Haritsah bin Wahb radhiallahuanhu bhwa Nabi shallallahualaihi wa sallam bersabda:

ألا أخبركم بأهل الجنة؟ قالوا: بلي، قال: كل ضعيف متضعف، لو أقسم على الله لأبره

Maukah kusampaikan kepada kalian tentang ahli surga?” Para sahabat menjawab. “Tentu.” Beliau bersabda, “Orang-orang yang lemah dan diremehkan. Andaikan orang ini bersumpah atas nama Allah (berdoa), pasti Allah kabulkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

An-Nawawi dalam syarah hadis ini menyatakan:

ومعناه يستضعفه الناس، ويحتقرونه، ويتجبرون عليه، لضعف حاله في الدنيا، والمراد أن أغلب أهل الجنة هؤلاء … وليس المراد الاستيعاب

Makna hadis: “Dia diremehkan masyarakat, dianggap hina, suka disuruh-suruh. Karena dia lemah dari sisi dunianya. Maksud hadis ini adalah umumnya penduduk surga orangnya semacam itu, bukan maksudnya seluruh penduduk surga.” (Syarh Muslim An-Nawawi, 17:187)
……………………………
Oleh sebab itulah Rasulullah shallallahualaihi wa salam mengajarkan kepada umatnya untuk biasa berlindung dari keburukan godaan kekayaan dan kemiskinan. Kekayaan dan kemiskinan adalah ujian yang harus dihadapi dengan keimanan dan kesabaran. Ada orang yang jatuh karena ujian kemiskinan, sebagaimana ada orang yang jatu karena ujian kekayaan.

Dari Aisiyah radhiyallahuanha berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam biasa membaca doa:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَفِتْنَةِ القَبْرِ وَعَذَابِ القَبْرِ، وَشَرِّ فِتْنَةِ الغِنَى وَشَرِّ فِتْنَةِ الفَقْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ قَلْبِي بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالبَرَدِ، وَنَقِّ قَلْبِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الكَسَلِ، وَالمَأْثَمِ وَالمَغْرَمِ»

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah neraka dan siksaan neraka; dari fitnah kubur dan siksaan kubur; keburukan fitnah kekayaan dan keburukan fitnah kemiskinan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebutkan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.

Ya Allah, basuhlah hatiku dengan es dan embun…bersihkanlah hatiku dari dosa-dosa sebagaimana Engkau membersihkan kain putih dari kotoran…jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan, perbuatan dosa dan jeratan hutang.” (HR. Bukhari no. 6377 dan Muslim no. 589)

Kekayaan bisa membuat orang kaya tak bersyukur, sehingga ia menghambur-hamburkan hartanya untuk hidup mewah, kikir, rakus, tidak peduli kepada penderitaan sesama, tidak mengeluarkan zakat dan hak-hak orang lain dalam hartanya. Adapun kemiskinan bisa membuat orang tak sabar, sehingga ia mengeluh, mendengki, dan melakukan perbuatan haram atau dosa guna mengejar harta. Semoga Allah melindungi kita dari keburukan godaan kemiskinan dan kekayaan.

Dari Usamah bin Zaid radhiallahuanhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قمت على باب الجنة، فكان عامة من دخلها المساكين، وأصحاب الجد محبوسون غير أن أصحاب النار قد أمر بهم إلى النار

Saya pernah berdiri di pintu surga, ternyata umumnya orang yang memasukinya adalah orang miskin. Sementara orang kaya tertahan dulu (masuk surga). Hanya saja, penduduk neraka sudah dimasukkan ke dalam neraka.” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim)
=========================

JANGAN sekali-kali …… menjadi orang KAFIR ……
………………….

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Al-Imran 3 : 85).

—————–
Hadis riwayat Ali ra, ia berkata:
Kami sedang mengiringi sebuah jenazah di Baqi Gharqad (sebuah tempat pemakaman di Madinah), lalu datanglah Rasulullah saw. menghampiri kami. Beliau segera duduk dan kami pun ikut duduk di sekeliling beliau yang ketika itu memegang sebatang tongkat kecil.
Beliau menundukkan kepalanya dan mulailah membuat goresan-goresan kecil di tanah dengan tongkatnya itu kemudian beliau bersabda: TIDAK ADA SEORANG PUN DARI KAMU SEKALIAN ATAU TIDAK ADA SATU JIWA PUN YANG HIDUP KECUALI TELAH ALLAH TENTUKAN KEDUDUKANNYA DI DALAM SURGA ATAUKAH DI DALAM NERAKA serta apakah ia sebagai seorang yang sengsara ataukah sebagai seorang yang bahagia.
——————————–
kafir kekal

KAFIR /musyrik/menyekutukan Allah …. tidak perlu ditimbang oleh Allah … langsung diLEMPAR ke NERAKA
—————–  …. KEKAL di NERAKA   wallahua’lam
﴾ Al Israa’:39 ﴿
Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah).
ذٰلِكَ مِمَّآ أَوْحَىٰٓ إِلَيْكَ رَبُّكَ مِنَ ٱلْحِكْمَةِ ۗ وَلَا تَجْعَلْ مَعَ ٱللَّـهِ إِلٰهًا ءَاخَرَ فَتُلْقَىٰ فِى جَهَنَّمَ مَلُومًا مَّدْحُورًا ﴿الإسراء:٣٩﴾﴾ Al Fushilat:40 ﴿
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami. Maka apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik, ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari Kiamat? Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ ءَايٰتِنَا لَا يَخْفَوْنَ عَلَيْنَآ ۗ أَفَمَن يُلْقَىٰ فِى ٱلنَّارِ خَيْرٌ أَم مَّن يَأْتِىٓ ءَامِنًا يَوْمَ ٱلْقِيٰمَةِ ۚ ٱعْمَلُوا۟ مَا شِئْتُمْ ۖ إِنَّهُۥ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ ﴿فصلت:٤۰﴾

 ——————

At Taubah:17 ﴿  Yahudi,penguasa Al QUDS = KAFIR <<<
Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.
…….
An Nisaa:14 ﴿ DURHAKA = menolak/kufur/kafir pada perintah Allah {Al Qur’an} …. dan RASUL {Al Hadits}
Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.”

===========================

Views All Time
Views All Time
505
Views Today
Views Today
2
About Edy Gojira 722 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

2 Comments on HARTA = FITNAH ..... UJIAN KAYA= banyak HARTA = PENYEBAB BANYAK MUSLIM ..... diLEMPAR ke NERAKA <<<< Penduduk Surga Kebanyakan Orang Miskin >>>>> ……………….jangan ditanyakan takdir/nasib orang KAFIR/ MUSYRIK …. langsung di seret dan dilempar ke NERAKA…………………

  1. PAHAMILAH .. mengapa RASUL berdoa ingin dijadikan golongan orang MISKIN ????

    Rasulalloh dalam doanya mengatakan: “Ya Allah hidupkanlah saya keadaan miskin dan matikan saya keadaan miskin dan kumpulkanlah saya dalam golongsn orang-orang miskin”. [Hadist Sunan Ibni Majah No. 4126 Kitabulzuhdi]
    ----------------------------------------------------
    Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    اطلعت في الجنة، فرأيت أكثر أهلها الفقراء
    “Saya pernah melihat surga, aku lihat kebanyakan penduduknya adalah orang miskin.” (HR. Bukhari dan Muslim)
    -----------------------------------------------
    Aku menjenguk ke surga dan aku melihat kebanyakan penghuninya orang-orang fakir (miskin). Lalu aku menjenguk ke neraka dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. (HR. Bukhari dan Muslim)
    ----------------------------------
    Orang-orang fakir-miskin akan memasuki surga lima ratus tahun, sebelum orang-orang kaya memasukinya. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
    ------------------------
    Kesengsaraan yang paling sengsara ialah miskin di dunia dan disiksa di akhirat. (HR. Ath-Thabrani dan Asysyihaab)
    ------------------------------------------
    Rasulullah s.a.w. bersabda: “Orang-orang kaya mereka hina pada hari kiamat, kecuali orang yang berbuat dengan hartanya, begini begitu dan mendapatkan kekayaannya dengan baik”.
    [Hadist Sunan Ibni Majah No. 4130 Kitabulzuhdi]
    ------------------------------
    Dari Usamah bin Zaid radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    قمت على باب الجنة، فكان عامة من دخلها المساكين، وأصحاب الجد محبوسون غير أن أصحاب النار قد أمر بهم إلى النار
    “Saya pernah berdiri di pintu surga, ternyata umumnya orang yang memasukinya adalah orang miskin. Sementara orang kaya tertahan dulu (masuk surga). Hanya saja, penduduk neraka sudah dimasukkan ke dalam neraka.” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim)
    -----------------------------------
    Aku berdiri di pintu surga, maka kulihat orang-orang yg masuk ke dalamnya kebanyakan dari orang-orang miskin. Sedangkan orang-orang yg bernasib baik di dunia mereka tertahan di luar. Kecuali penduduk neraka mereka langsung diperintahkan masuk ke neraka. Dan aku berdiri pula di pintu neraka, kulihat orang yg masuk kebanyakannya ialah kaum wanita.' [HR. Muslim No.4919].
    ----------------------------
    Orang miskin punya keutamaan saat ia mau bersabar. Di sini juga jadi pertanda, jangan sampai kita meremehkan mereka.

    Berikut tiga di antaranya:
    1- Penghuni surga banyak orang miskin

    Dari Harits bin Wahb radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia berkata,

    أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ كُلُّ ضَعِيفٍ مُتَضَعِّفٍ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ ، أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ

    “Maukah kuberitahu pada kalian siapakah ahli surga itu? Mereka itu adalah setiap orang yang lemah dan dianggap lemah oleh para manusia, tetapi jika ia bersumpah atas nama Allah, pastilah Allah mengabulkan apa yang disumpahkannya. Maukah kuberitahu pada kalian siapakah ahli neraka itu? Mereka itu adalah setiap orang yang keras, kikir dan gemar mengumpulkan harta lagi sombong” (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853).

    Orang yang lemah yang dimaksud adalah orang yang diremehkan orang lain karena keadaan yang lemah di dunia (alias: miskin). Ini cara baca mutadho’af dalam hadits. Bisa juga dibaca mutadho’if yang artinya orang yang rendah diri dan tawadhu’. Al Qadhi menyatakan bahwa yang dimaksud orang yang lemah adalah orang yang lembut hatinya dan tawadhu’. Lihat Syarh Shahih Muslim, 17: 168.
    2- Orang miskin mendahului orang kaya masuk surga

    Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ خَمْسِمِائَةِ عَامٍ

    “Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.” (HR. Ibnu Majah no. 4122 dan Tirmidzi no. 2353. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

    Diterangkan dalam Tuhfatul Ahwadzi (7: 68) sebagai berikut.

    Satu hari di akhirat sama dengan seribu tahun di dunia. Sebagaimana yang Allah Ta’ala sebutkan,

    وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

    “Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47). Oleh karenanya, setengah hari di akhirat sama dengan 500 tahun di dunia.

    Adapun firman Allah Ta’ala,

    فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

    “Dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun” (QS. Al Ma’arij: 4). Ayat ini menunjukkan pengkhususan dari maksud umum yang sebelumnya disebutkan atau dipahami bahwa waktu tersebut begitu lama bagi orang-orang kafir. Itulah kesulitan yang dihadapi orang-orang kafir,

    فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ (8) فَذَلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ (9) عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ (10)

    “Apabila ditiup sangkakala, maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit, bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.” (QS. Al Mudatsir: 8-10).
    3- Berkah dari do’a orang miskin

    Dalam hadits disebutkan bahwa Sa’ad menyangka bahwa ia memiliki kelebihan dari sahabat lainnya karena melimpahnya dunia pada dirinya, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    هَلْ تُنْصَرُوْنَ وَتُرْزَقُوْنَ إِلاَّ بِضُعَفَائِكُمْ

    “Kalian hanyalah mendapat pertolongan dan rezeki dengan sebab adanya orang-orang lemah dari kalangan kalian” (HR. Bukhari no. 2896).

    Dalam lafazh lain disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذَهِ اْلأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا: بِدَعْوَتِهِمْ، وَصَلاَتِهِمْ، وَإِخْلاَصِهِمْ.

    “Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan sebab orang-orang lemah mereka di antara mereka, yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka” (HR. An Nasai no. 3178. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

    Ibnu Baththol berkata, “Ibadah orang-orang lemah dan doa mereka lebih ikhlas dan lebih terasa khusyu’ karena mereka tidak punya ketergantungan hati pada dunia dan perhiasannya. Hati mereka pun jauh dari yang lain kecuali dekat pada Allah saja. Amalan mereka bersih dan do’a mereka pun mudah diijabahi (dikabulkan)”. Al Muhallab berkata, “Yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maksudkan adalah dorongan bagi Sa’ad agar bersifat tawadhu’, tidak sombong dan tidak usah menoleh pada harta yang ada pada mukmin yang lain” (Lihat Syarh Al Bukhari li Ibni Baththol, 9: 114).
    Pengemis Jalanan Bukanlah Orang Miskin

    Karena rerata pengemis jalanan adalah orang mampu nan kuat yang malas bekerja, padahal di balik itu juga mereka kaya.

    Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    لَيْسَ الْمِسْكِينُ الَّذِى تَرُدُّهُ الأُكْلَةُ وَالأُكْلَتَانِ ، وَلَكِنِ الْمِسْكِينُ الَّذِى لَيْسَ لَهُ غِنًى وَيَسْتَحْيِى أَوْ لاَ يَسْأَلُ النَّاسَ إِلْحَافًا

    “Namanya miskin bukanlah orang yang tidak menolak satu atau dua suap makanan. Akan tetapi miskin adalah orang yang tidak punya kecukupan, lantas ia pun malu atau tidak meminta dengan cara mendesak” (HR. Bukhari no. 1476).

    Moga Allah beri kita taufik dan hidayah untuk semakin peduli pada orang-orang miskin, apalagi kerabat dekat kita.

    Semoga bermanfaat.

  2. JANGAN sekali-kali …… menjadi orang KAFIR ……
    ………………….

    Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Al-Imran 3 : 85).

    —————–
    Hadis riwayat Ali ra, ia berkata:
    Kami sedang mengiringi sebuah jenazah di Baqi Gharqad (sebuah tempat pemakaman di Madinah), lalu datanglah Rasulullah saw. menghampiri kami. Beliau segera duduk dan kami pun ikut duduk di sekeliling beliau yang ketika itu memegang sebatang tongkat kecil.
    Beliau menundukkan kepalanya dan mulailah membuat goresan-goresan kecil di tanah dengan tongkatnya itu kemudian beliau bersabda: TIDAK ADA SEORANG PUN DARI KAMU SEKALIAN ATAU TIDAK ADA SATU JIWA PUN YANG HIDUP KECUALI TELAH ALLAH TENTUKAN KEDUDUKANNYA DI DALAM SURGA ATAUKAH DI DALAM NERAKA serta apakah ia sebagai seorang yang sengsara ataukah sebagai seorang yang bahagia.
    ——————————–
    kafir kekal
    KAFIR /musyrik/menyekutukan Allah …. tidak perlu ditimbang oleh Allah … langsung diLEMPAR ke NERAKA
    —————– …. KEKAL di NERAKA wallahua’lam
    ﴾ Al Israa’:39 ﴿
    Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah).
    ذٰلِكَ مِمَّآ أَوْحَىٰٓ إِلَيْكَ رَبُّكَ مِنَ ٱلْحِكْمَةِ ۗ وَلَا تَجْعَلْ مَعَ ٱللَّـهِ إِلٰهًا ءَاخَرَ فَتُلْقَىٰ فِى جَهَنَّمَ مَلُومًا مَّدْحُورًا ﴿الإسراء:٣٩﴾﴾ Al Fushilat:40 ﴿
    Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami. Maka apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik, ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari Kiamat? Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
    إِنَّ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ ءَايٰتِنَا لَا يَخْفَوْنَ عَلَيْنَآ ۗ أَفَمَن يُلْقَىٰ فِى ٱلنَّارِ خَيْرٌ أَم مَّن يَأْتِىٓ ءَامِنًا يَوْمَ ٱلْقِيٰمَةِ ۚ ٱعْمَلُوا۟ مَا شِئْتُمْ ۖ إِنَّهُۥ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ ﴿فصلت:٤۰﴾

    ——————

    ﴾ At Taubah:17 ﴿ Yahudi,penguasa Al QUDS = KAFIR <<< Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka. ……. ﴾ An Nisaa:14 ﴿ DURHAKA = menolak/kufur/kafir pada perintah Allah {Al Qur’an} …. dan RASUL {Al Hadits} “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.” ===========================

Leave a Reply