Loading
JANGAN pernah meREMEHkan … KEBAIKAN/amal shaleh … walau terLIHAT kecil di “mata manusia” …… krn hal itu bisa SAJA menjadi SEBAB kita diampuni dan diberi rahmat oleh Allah ——————- apakah ada manusia “TANPA DOSA”?? apa kita manusia SUCI dari dosa ?? …….. | EP Artikel-Edy Gojira

JANGAN pernah meREMEHkan … KEBAIKAN/amal shaleh … walau terLIHAT kecil di “mata manusia” …… krn hal itu bisa SAJA menjadi SEBAB kita diampuni dan diberi rahmat oleh Allah ——————- apakah ada manusia “TANPA DOSA”?? apa kita manusia SUCI dari dosa ?? ……..

JANGAN pernah meREMEHkan … KEBAIKAN/amal shaleh … walau terLIHAT kecil di “mata manusia” …… krn hal itu bisa SAJA menjadi SEBAB kita diampuni dan diberi rahmat oleh Allah
——————- apakah ada manusia “TANPA DOSA”?? apa kita manusia SUCI dari dosa ?? ……..
>> Amalan shaleh walaupun sepertinya kecil dan remeh, namun akan bernilai besar di sisi Allah dengan keikhlasan dan besarnya pengharapan kepada-Nya
————————–————-
>> amalan yang besar seperti jihad Bisa tidak bernilai sama sekali di sisi Allah jika diiringi dengan RIYA’, UJUB atau pemBATAL amalan lainnya.
————————–————–
Perhatikan yang pernah Rasulullah kisahkan, beliau pernah bersabda:
>> “Seorang laki-laki melihat dahan pohon di tengah jalan, ia berkata: Demi Allah aku akan singkirkan dahan pohon ini agar tidak mengganggu kaum muslimin, Maka ia pun masuk surga karenanya.” (HR. Muslim)
……………………..………….
>> Kisah wanita pelacur bani Israil diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:

بَيْنَمَا كَلْبٌ يُطِيفُ بِرَكِيَّةٍ قَدْ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ إِذْ رَأَتْهُ بَغِىٌّ مِنْ بَغَايَا بَنِى إِسْرَائِيلَ فَنَزَعَتْ مُوقَهَا فَاسْتَقَتْ لَهُ بِهِ فَسَقَتْهُ إِيَّاهُ فَغُفِرَ لَهَا بِهِ

“Pada suatu ketika, seekor anjing mengelilingi sebuah sumur. hampir-hampir anjing itu mati kehausan. Tiba-tiba seorang wanita pelacur bangsa bani Israil melihatnya. Maka dilepaslah sepatunya, kemudian diambilkannya air dengan sepatunya, lalu anjing yang hampir mati itu diberinya minum. Maka Allah swt mengampuninya dengan sebab itu.”
————————–——
<<< amalan yang besar seperti jihad Bisa tidak bernilai sama sekali di sisi Allah jika diiringi dengan riya, ujub atau pembatal amalan lainnya. Seorang laki-laki pernah datang kepada Rasulullah sawdan bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang berperang untuk mendapatkan pahala dan agar dia disebut-sebut oleh orang lain?” maka Rasulullah saw menjawab: “Dia tidak mendapatkan apa-apa.” Orang itu pun mengulangi pertanyaannya tiga kali, Rasulullah pun menjawab: “Dia tidak mendapatkan apa-apa.” Kemudian beliau berkata: “Sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amalan kecuali apabila amalan itu dilakukan ikhlas karenanya.” (Hadits Shahih Riwayat Abu Daud dan Nasai dari hadits Abu Umamah Al-Bahili).
=======================================
=======================================
banyak hal membuat manusia tertegun, dan merasa lemah di hadapan ilmu dan kekuasaan Allah. Seseorang, di awal kehidupannya demikian buruk, namun di akhir hayatnya berbalik keadaan, Rahmat Allah meliputinya, Allah ampuni dosa-dosanya.

Demikian pula manusia hanya bisa bertasbih, bertakbir tatkala mendengar berita bahwa satu amalan yang sepertinya remeh namun ternyata Allah membalasinya dengan pahala besar. Allahu akbar.

Itulah yang terjadi pada seorang wanita pelacur Bani Israil. Kehidupannya yang kelam, hari-harinya yang penuh dosa, tubuhnya yang selalu berkubang di lumpur kenistaan, membuat kita terkejut ketika kemudian dia meraih rahmat Allah dengan sebab sayangnya yang tulus kepada seekor anjing yang lemah.

Kisah wanita pelacur bani Israil diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:

بَيْنَمَا كَلْبٌ يُطِيفُ بِرَكِيَّةٍ قَدْ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ إِذْ رَأَتْهُ بَغِىٌّ مِنْ بَغَايَا بَنِى إِسْرَائِيلَ فَنَزَعَتْ مُوقَهَا فَاسْتَقَتْ لَهُ بِهِ فَسَقَتْهُ إِيَّاهُ فَغُفِرَ لَهَا بِهِ

“Pada suatu ketika, seekor anjing mengelilingi sebuah sumur. hampir-hampir anjing itu mati kehausan. Tiba-tiba seorang wanita pelacur bangsa bani Israil melihatnya. Maka dilepaslah sepatunya, kemudian diambilkannya air dengan sepatunya, lalu anjing yang hampir mati itu diberinya minum. Maka Allah swt mengampuninya denga sebab itu.”

Al-Bukhari menambahkan bahwa wanita itu dengan penuh ketulusan mengikat sepatunya dengan kain penutup kepalanya. Rasulullah saw bersabda:

غفر لامرأة مومسة مرت بكلب على رأس ركي يلهث قال كاد يقتله العطش فنـزعت خفها فأوثقته بخمارها فنـزعت له من الماء فغفر لها بذلك

“Wanita pezina diampuni tatkala melewati seekor anjing di sebuah sumur sembari menjulurkan lidahnya, hampir-hampir haus membunuhnya. Segera Ia lepas sepatunya, dan ia ikat dengan kain penutup kepalanya, ia ambilkan air untuk anjing maka Allah ampuni dengan sebab itu.”

Kisah mengharukan itu terjadi di hari yang panas, membakar dan menyengat sebagaimana ditunjukkan dalam riwayat Muslim.

أن امرأة بغيَّا رأت كلباً في يومٍ حار يطيف ببئر قد أدلع لسانه من العطش فنزعت له بموقها فغفر لها

Seorang wanita pezina melihat seekor anjing di hari yang sangat panas mengelilingi sumur dengan menjulurkan lidahnya karena kehausan. Dia ambilkan air untuk anjing, iapun diampuni.

Adakah rohmah itu terselip di kalbu kita. Apa yang kiranya kita lakukan ketika di tengah padang pasir, panas menyengat, kita sendiri kehausan lalu seekor anjing menjulurkan lidahnya terengah kehausan, adakah kita sempatkan melepas sepatu, lalu kita ikat dengan kain baju kita untuk mendapatkan air untuk anjing. Allahua’lam.

Syaikh Al-Albani telah mengumpulkan jalan-jalan kisah hadits ini dalam buku beliau Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah. Semua jalan-jalan periwayatan hadits, menunjukkan bahwa berita ini menempati posisi puncak kesahihan.

Saudarakku fillah, ada kisah lain yang serupa dengan kisah diatas diriwayatkan Imam Muslim melalui guru beliau Qutaibah bin Sa’id Al-Baghlani dengan sanadnya kepada Abu Hurairah ra Rasulullah saw pernah bersabda:

بينما رجل يمشي بطريق اشتد عليه العطش فوجد بئرا فنزل فيها فشرب ثم خرج فإذا كلب يلهث يأكل الثرى من العطش فقال الرجل لقد بلغ هذا الكلب من العطش مثل الذي كان بلغ مني فنزل البئر فملأ خفه ماء ثم أمسكه بفيه حتى رقي فسقى الكلب فشكر الله له فغفر له قالوا يا رسول الله وإن لنا في هذه البهائم لأجرا فقال في كل كبد رطبة أجر

“Pada suatu ketika, seorang lelaki sedang berjalan melalui sebuah jalan, lalu dia merasa sangat kehausan. Dia dapatkan sebuah sumur, lalu turun ke dalamnya untuk minum. Begitu keluar dari sumur, dia dikejutkan oleh seekor anjing menjulurkan lidahnya menjilat-jilat tanah karana kehausan. Orang itu berkata, “Sungguh anjing ini kehausan seperti yang baru kualami” lalu dia turun kembali ke dalam sumur, ia penuhi sepatunya dengan air, dia gigit sepatunya dengan mulutnya, dibawanya naik ke atas dan diberi minumkannya kepada anjing itu. Maka Allah bersyukur kepada lelaki itu, dan diampuni Nya dosanya” Para sahabat bertanya “Ya Rasulullah saw. Apakah kami mendapat pahala ketika kami (menyayangi) hewan-hewan ini?” Jawab rasulullah saw “Menyayangi setiap makhluk hidup ada pahalanya,”

Kisah wanita pelacur Bani Israil sungguh menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah, terlebih hamba-hamba-Nya yang merahmati sesama. Baginda Rasul pernah bersabda dalam hadits Usamah bin Zaid:

إنما يرحم الله من عباده الرحماء

“Sungguh Allah merahmati hamba-hamba-Nya yang penyayang”

“Kasihilah yang berada di bumi, niscaya Allah yang berada di atas langit akan mengasihimu.”

Betapa indahnya andai sifat penyayang menghiasi kalbu kita. Betapa bahagianya andai diri kita yang penuh dengan kedzaliman diampuni dan dirahmati oleh-Nya.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Wahai Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.

Faedah-faedah Hadist

1) Islam adalah agama yang mendorong pemeluknya berbuat baik kepada hewan-hewan yang tidak diperintahkan untuk dibunuh.[1] Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda:

إن الله كتب الإحسان على كل شيء …..

Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk berbuat baik (ihsan) atas segala sesuatu …. Al-Hadits[2]

2) Kebaikan wanita pelacur dan pemuda dalam dua kisah di atas kepada anjing bukan berarti dibolehkannya seorang memelihara anjing.

3) Hadits ini menunjukkan betapa Maha adilnya Allah, sekecil apapun amalan, Allah akan memberikan balasan walaupun seberat dzarrah, semua tercatat, semua diberi balasan. Allah berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.

4) Pentingnya keikhlasan dan harapan kepada Allah dalam beramal. Amalan shaleh walaupun sepertinya kecil dan remeh, namun akan bernilai besar di sisi Allah dengan keikhlasan dan besarnya pengharapan kepada-Nya, seperti apa yang di lakukan wanita pelacur. Al-Imam Abdullah bin Mubarak Al-Marwazi (198 H) berkata, “Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar karena niat, dan betapa banyak pula amal yang besar menjadi kecil hanya karena niat.”

Amal yang dinilai kecil di mata manusia, apabila ikhlas dan sesuai dengan bimbingan Rasulullah saw, Allah akan menerimanya bahkan melipat gandakan pahala dari amal tersebut. Allah berfirman:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. Al-Baqarah: 261

Perhatikan contoh lain yang pernah Rasulullah kisahkan, beliau pernah bersabda: “Seorang laki-laki melihat dahan pohon di tengah jalan, ia berkata: Demi Allah aku akan singkirkan dahan pohon ini agar tidak mengganggu kaum muslimin, Maka ia pun masuk surga karenanya.” (HR. Muslim)

Sebaliknya amalan yang besar seperti jihad Bisa tidak bernilai sama sekali di sisi Allah jika diiringi dengan riya, ujub atau pembatal amalan lainnya. Seorang laki-laki pernah datang kepada Rasulullah sawdan bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang berperang untuk mendapatkan pahala dan agar dia disebut-sebut oleh orang lain?” maka Rasulullah saw menjawab: “Dia tidak mendapatkan apa-apa.” Orang itu pun mengulangi pertanyaannya tiga kali, Rasulullah pun menjawab: “Dia tidak mendapatkan apa-apa.” Kemudian beliau berkata: “Sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amalan kecuali apabila amalan itu dilakukan ikhlas karenanya.” (Hadits Shahih Riwayat Abu Daud dan Nasai dari hadits Abu Umamah Al-Bahili).

5) Rahmat Allah ta’ala demikian luas maka tidak pantas seorang berputus asa dari rahmat-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ

Kisah ini diantara contoh bahwasannya amalan kebaikan menghapus amalan kejelekan. Allah berfirman:

وَأَقِمِ الصَّلاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ

Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. Huud:114

7) Kisah ini menetapkan sifat Maghfiroh (mengampuni) bagi Allah, sekaligus bantahan bagi Mu’aththilah, kelompok pengingkar sifat.

8) Kisah di atas juga menetapkan sifat Syukur bagi Allah. Allah bersyukur atas kebaikan hamba-Nya, dengan menerima amalan saleh hamba-Nya dan memberikan balasan yang lebih dari apa yang hamba-Nya perbuat

9)Amalan itu sesuai dengan akhirnya.

10) Hadits ini juga bantahan bagi Khawarij yang mengafirkan pelaku dosa besar.

11) Keutamaan memberi minum, dan ini termasuk sebaik-baik amalan. Banyak hadits-hadits shahih yang secara tegas menunjukkan keutamaan amalan member air minum.

[1] Adapun hewan yang diperintah untuk dibunuh maka hewan-hewnan tersebut diperlakukan sesuai degan syareat yakni dibunuh, ular dan tikus misalnya.

[2] HR. Muslim dari shahabat Syaddad bin Aus

Views All Time
Views All Time
376
Views Today
Views Today
2
About Edy Gojira 722 Articles
sampaikanlah .... kebenaran ayat-ayat Allah

4 Comments on JANGAN pernah meREMEHkan … KEBAIKAN/amal shaleh … walau terLIHAT kecil di “mata manusia” …… krn hal itu bisa SAJA menjadi SEBAB kita diampuni dan diberi rahmat oleh Allah ——————- apakah ada manusia “TANPA DOSA”?? apa kita manusia SUCI dari dosa ?? ……..

  1. Amalan shaleh walaupun sepertinya kecil dan remeh, namun akan bernilai besar di sisi Allah dengan keikhlasan dan besarnya pengharapan kepada-Nya
    …………………………..
    JANGAN pernah meREMEHkan … KEBAIKAN/amal shaleh … walau terLIHAT kecil di “mata manusia” …… krn hal itu bisa menjadi SEBAB kita diampuni dan diberi rahmat oleh Allah
    ………………………..
    Perhatikan yang pernah Rasulullah kisahkan, beliau pernah bersabda:
    >> “Seorang laki-laki melihat dahan pohon di tengah jalan, ia berkata: Demi Allah aku akan singkirkan dahan pohon ini agar tidak mengganggu kaum muslimin, Maka ia pun masuk surga karenanya.” (HR. Muslim)
    …………………………………
    >> Kisah wanita pelacur bani Israil diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:

    بَيْنَمَا كَلْبٌ يُطِيفُ بِرَكِيَّةٍ قَدْ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ إِذْ رَأَتْهُ بَغِىٌّ مِنْ بَغَايَا بَنِى إِسْرَائِيلَ فَنَزَعَتْ مُوقَهَا فَاسْتَقَتْ لَهُ بِهِ فَسَقَتْهُ إِيَّاهُ فَغُفِرَ لَهَا بِهِ

    “Pada suatu ketika, seekor anjing mengelilingi sebuah sumur. hampir-hampir anjing itu mati kehausan. Tiba-tiba seorang wanita pelacur bangsa bani Israil melihatnya. Maka dilepaslah sepatunya, kemudian diambilkannya air dengan sepatunya, lalu anjing yang hampir mati itu diberinya minum. Maka Allah swt mengampuninya denga sebab itu.”

  2. >> amalan yang besar seperti jihad Bisa tidak bernilai sama sekali di sisi Allah jika diiringi dengan RIYA’, UJUB atau pemBATAL amalan lainnya.

    Seorang laki-laki pernah datang kepada Rasulullah sawdan bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang berperang untuk mendapatkan pahala dan agar dia disebut-sebut oleh orang lain?” maka Rasulullah saw menjawab: “Dia tidak mendapatkan apa-apa.” Orang itu pun mengulangi pertanyaannya tiga kali, Rasulullah pun menjawab: “Dia tidak mendapatkan apa-apa.” Kemudian beliau berkata: “Sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amalan kecuali apabila amalan itu dilakukan ikhlas karenanya.” (Hadits Shahih Riwayat Abu Daud dan Nasai dari hadits Abu Umamah Al-Bahili).

  3. Orang memberi minum anjing yang kehausan
    ………………………… kebaikan apapun yg kita kerjakan …. dg Ikhlas karena Allah … jangan karena Riya’, bangga diri/ujub pada manusia … apalagi SOMBONG ….
    …………………………….
    Dari Abu Hurairah ra. lagi bahwa Rasulullah saw. bersabda:

    Pada suatu ketika ada seorang laki-laki berjalan di suatu jalan, ia sangat kehausan, lalu ia menemukan sebuah sumur, kemudian turun di dalamnya lalu minum. Setelah itu iapun keluar. Tiba-tiba ada seekor anjing mengulur-ulurkan lidahnya sambil makan tanah karena hausnya, Orang itu berkata dalam hati; Sungguh anjing ini telah kehausan sebagaimana yang saya alami tadi. lapun turun lagi ke dalam sumur lalu memenuhi sepatu khufnya dengan air, kemudian memegang sepatu itu pada mulutnya, sehingga ia keluar dari sumur tadi, terus memberi minum pada anjing tersebut. Allah berterima kasih pada orang tadi dan memberikan pengampunan padanya.

    Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, apakah sebenarnya kita juga memperoleh pahala dengan sebab memberi makan minum pada binatang?Beliau saw. menjawab:

    Dalam setiap makhluk yang memiliki hati yang basah ada pahalanya.

    (Muttafaq ‘alaih)

    Dalam sebuah riwayat dari al-Bukhari disebutkan demikian: Allah lalu berterima kasih pada orang tersebut, kemudian memberikan pengampunan padanya, lalu memasukkannya ke dalam syurga. Dalam riwayat lain dari Bukhari dan Muslim disebutkan pula: Pada suatu ketika ada seekor anjing berputar-putar di sekitar sebuah sumur, hampir saja ia terbunuh oleh kehausan, tiba-tiba ada seseorang pezina – perempuan – dari golongan kaum pelacur Bani Israil melihatnya. Wanita itu lalu melepaskan sepatunya kemudian mengambilkan air untuk anjing tadi dan meminumkan air itu padanya, maka dengan perbuatannya itu diampunilah wanita tersebut.

    Hadis sahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari, hadis no. 168, 2190, 2286 dan 5550; Muslim, hadis no. 4162; Abu Daud, hadis no. 2187; Ahmad, hadis no. 8519, 10281 dan 10334.

  4. Jadi kita masuk surga bukan semata-mata dengan amalan kita. Amalan kita itu bisa ada karena taufik Allah. Taufik Allah itulah karunia dan rahmat-Nya. Jadinya, amalan itu ada karena karunia dan rahmat-Nya.

    Bersyukurlah jika kita termasuk orang yang dimudahkan dalam beramal ke JALAN Allah … ke jalan SURGA Allah

    >> Amalan hanyalah sebab tingginya derajat seseorang di surga, namun bukan sebab seseorang masuk ke dalam surga.
    …………………..
    >> Amalan yang dilakukan hamba sama sekali tidak bisa mengganti surga yang Allah beri.

    Sesungguhnya Abu Hurairah berkata, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” “Engkau juga tidak wahai Rasulullah?”, tanya beberapa sahabat. Beliau menjawab, “Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah.” (HR. Bukhari no. 5673 dan Muslim no. 2816)

Leave a Reply